Aku berdiri diantara karang berbisik,tapi pasir tampaknya dam saja
Ombak menyapa ingin mengajakku
Dalam lamunan bodoh aku dihanyutkannya
Suara hatinya tak seindah rayuan gulungan ombak ini
Dan penat akan sedikit mengelupas
Kegalauan & Kesedihan akan jadi sebuah senyuman kecil
Rupanya Hipnotis alam akan lebih menggairahkan
Sang Ombak begitu ramah membelai
Lembut dan juga kuat
Sayangnya aku tak sehebat dia
Terus berlari tak tentu arah menjajaki kesedihan luka
Ilusi..oh ..ilusi
Kau begitu menenggelamkanku
Aku harus tersenyum dibalik kepedihan terkutuk ini
Begitu lelah dan membosankan
Aku ingin pergi bersamanya
Tanpa arah dan tak terkendali
Pasti akan menjadi lebih bermakna
Tak akan ada puitis tanpa inspirasi
dan inspirasipun selalu ada ketika aku jatuh
ada kebanggaan dan kesedihan yang beriring
Matahari berjalan pelan..melambaikan tangan
Awan tak mau tahu mengikuti jejaknya
tapi Ombak dan sepi adalah teman nyataku ..
Terus disini sampai aku akan mulai muak
Dia saksi kesedihanku hari ini...
-singgih putra ambada-

mas mas, gelap lho tulisannya, aku g bisa baca, :D
BalasHapushehe maaf soalnya lagy belajar nulis ni :D
Hapus