Pernahkah kau membuatnya marah?
Pernahkah kau membuatnya menangis?
Pernahkah kau membuatnya menderita?
Tahukah,Tuhan membisikkan kata-kata indah melalui dirinya..
Air matanya adalah sejuta nyawa buat seorang diri seperti kita
Selalu bertasbih berharap untuk kebaikan demi kita juga
Sadarkah,Setiap sakit yang kita rasakan tak sesakit yang dia lakukan untuk kita
Mengganti barbagai keluh dengan kegembiraan
Dan terkadang kita tidak sepeka yang telah dia inginkan
Seribu bahasa cinta telah dia tunjukan sejauh ini
Bayangkan,Saat diri sendiri berkaca pada bayangan..disanalah dia juga ada
Tidak terlalu peduli dengan keadaannya..kitalah yang juara
Selebihnya adalah nafas lega kehidupan buatnya
Kita tidak mungkin menggambar seluas bumi ini
Dan memancarkan air ke ruang angkasa sana..
Tapi..dia lebih dari yang mustahil bagi kita
Kemana saat kita berlari menjelang hari penuh harap baginya?
Dimana kita berteduh kasih sayang kerinduan?
Dan masihkah dia berjalan menapak dibelakang kita...?
Jangan terlambat..waktu tak bisa diulur..
Dia seraya menanti dekapan penuh haru untuk diri kita...
Peluklah...dan genggam seerat-eratnya..
Jangan terlepas karena kita terlalai
Bawa ketempat yang indah yang dia ingin
Tak sebanding memang..pembalasan kita dibanding pencerahannya
Tapi Tuhan menciptakan yang terbaik
Dan Anugerah yang pernah ada..
Bahagiakan dia
Tenangkanlah dia
Sebatas yang kita bisa..
Dan hanya untuk satu kata
"ibu"

Ibu merupakan kata tersejuk yang dilantunkan oleh bibir – bibir manusia.
Dan “Ibuku” merupakan sebutan terindah.
Kata yang semerbak cinta dan impian, manis dan syahdu yang memancar dari kedalaman jiwa.
Ibu adalah segalanya. Ibu adalah penegas kita dilaka lara, impian kta dalam rengsa, rujukan kita di kala nista.
Ibu adalah mata air cinta, kemuliaan, kebahagiaan dan toleransi. Siapa pun yang kehilangan ibinya, ia akan kehilangan sehelai jiwa suci yang senantiasa
merestui dan memberkatinya.
Alam semesta selalu berbincang dalam bahasa ibu. Matahari sebagai ibu bumi yang menyusuinya melalui panasnya.
Matahari tak akan pernah meninggalkan bumi sampai malam merebahkannya dalam lentera ombak, syahdu tembang beburungan dan sesungaian.
Bumi adalah ibu pepohonan dan bebungaan. Bumi menumbuhkan, menjaga dan membesarkannya. Pepohonan
dan bebungaan adalah ibu yang tulus memelihara bebuahan dan bebijian.
Ibu adalah jiwa keabadian bagi semua wujud.
Penuh cinta dan kedamaian.
:+: Khalil Gibran :+:

0 komentar:
Posting Komentar