Wahai SANG SAHABAT
Aku lihat keningmu yang kini keriput..Wajah yang kusut dan
lelah..Matamu mengecil hitam dan sayu..kau terdiam di ujung seberang.Tak mudah
aku melambaikan tangan untukmu, karena cerita kita begitu terbatas.Kau
merintih...menangis..dan tak berdaya..Kenapa dikau?..Hatiku bertanya
memberontak,mencoba menyelami tanda tanya..Aku mulai ikut merasakan arti
kesedihanmu..merasa begitu buruk.Aku mencoba mengerti..dari apa yang aku
sesali..Kau yang selalu ada dan mencoba bermakna ketika aku membutuhkan suatu...kesembuhan,kesadaran,pengertian,semangat,obrolan,curhat,lelucon...dan
hal lain yang begitu sulit terdeskripsikan.Waktumu selalu kau sisakan
untukku,,walau aku rasa sedikit tapi bermakna.Aku kagum.......
Aku mungkin terlalu dangkal untuk memahamimu..tak mengerti,
acuh,bahkan begitu tega..membiarkan orang
yang memberi warnanya untukku mengungkapkan jeritannya sendiri.Aku
salah...dan begitu salah ,yang sempat pesimis dengan sebuah persahabatan
ini..yang sempat menafsirkan sahabat tiada makna,hanyalah teman adanya.Tapi aku
katakan tidak untuk mengucapkannya kembali...Karena aku terlalu menyesal telah
membuang waktuku untukmu,tak memberi apresiasi sedikitpun kepadamu..Tak
menghargai apapun yang telah kau sisipkan di hidupku wahai sahabat......
Saat aku lihat kau begitu jatuh dan kelihatan remuk..Aku
semakin menyesal,kemana saja aku?...aku mencoba memperbaiki..Aku benamkan
kata-kata tentangmu dihatiku,Tak akan kubiarkan sedikitpun luntur karena satu
hal yang membuatku lalai akan dirimu..Ijinkan aku kembali..Untuk mengisi kekosonganmu
itu..aku akan melakukan apapun untuk senyum
manismu yang lama pergi,Aku akan memberimu waktuku untukmu...walaupun
waktuku juga tak banyak..Menangislah,,kalau itu membuatmu tenang..Peganglah
bahuku kalau itu membuatmu kuat..Tersenyumlah kalau itu membuatmu lega..Berlarilah
kalau itu membuat semangatmu kembali...Dan kemarilah bersamaku kalau saja Aku
bisa menghiburmu dan memperhatikanmu lebih dari apa yang aku harapkan.

0 komentar:
Posting Komentar